Meski Tanpa Penonton, Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Diharapkan Berjalan Meriah

TOKYO – Presiden Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto, memberikan komentar jelang dilangsungkannya upacara pembukaan pesta olahraga terakbar itu. Hashimoto pun sangat berharap upacaa pembukaan Olimpiade Tokyo berjalan lancar, meski tanpa kehadiran penonton.

Sebagaimana diketahui, penyelengaraan Olimpiade Tokyo 2020 memang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sebab Olimpiade Tokyo 2020 dilangsungkan di tengah pandemi COVID-19 yang masih menyerang di penjuru Dunia.

Maka dari itu, upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 bakal sangat berbeda dibandingkan event-event sebelumnya. Jika edisi sebelumnya pembukaan saat ditunggu, kali ini panpel sengaja mengosongkan stadion.

Hanya pejabat, diplomat, anggota Komite Olimpiade Internasional dan sponsor saja yang diperkenankan hadir sebagai langkah mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Panpel awalnya ingin menjadikan momen olimpiade ini sebagai ajang pemulihan dan rekonstruksi setelah gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011.

Sayangnya, upaya mereka itu terganjal dengan adanya pandemi. Akhirnya tema pembukaan pun berubah menjadi ‘Maju’. Itu mengacu pada krisis kesehatan global yang memaksa Olimpiade ditunda selama satu tahun.

Baca Juga: Tak Bisa Susui sang Anak, Perenang Spanyol Kecam Panpel Olimpiade Tokyo 2020

Meski begitu, Hashimoto mengatakan bahwa pemulihan dari gempa besar Jepang Timur harus tetap disorot pada upacara pembukaan nanti. “Seharusnya dimasukkan dalam konsep upacara, saya berharap bisa dimasukkan,” kata Hashimoto dikutip Insidethegamez, Kamis (22/7/2020).

“Seharusnya ada di sana (pemulihan usai gampa). Tapi saya tidak bisa mengungkapkan isi dari apa yang akan kami tampilkan selama upacara. Karena situasi pandemi ini, kami ingin sebanyak mungkin orang melihat keadaan pemulihan. Ini tidak akan menjadi festival. Apa yang saya pikirkan adalah bahwa kita akan mengadakan upacara yang khidmat tetapi dengan semangat pemulihan.